Be The Best for Mother of CDK, and Wife for Cahpct

Tumbuh Kembang CDK

Assallamuallaikum wr wb bundaaaa…..sudah lama gak berbagi cerita seputar anak nih. Kali ini, mau berbagi cerita tentang tumbuh kembang CDK yang bisa dijadikan ajangsharing pengalaman ya bund.

Alhamdulillah diusia yang ke 17 bulan CDK sudah bisa melakukan berbagai hal, diantaranya :
1.Perkembangan Motorik Kasar : Tengkurep di usia 4 bulan, Duduk sendiri di usia 8 bulan, merangkak diusia 9 bulan dan Berjalan sejak umur 14 bulan bund, waktu itu ndia mulai berani berjalan sehabis diajak bermain dilapangan luas berumput di taman buah mekarsari, mungkin karena tanahnya lembek jadi cdk mulai berani mencoba terus menerus walaupun terjatuh dan terjatuh, dan hal itu dipraktekan dirumah senangnyaaa ^_*

2. Perkembangan pada Bahasa : Setelah ia berjalan, diikuti pengayaan perbendaharaan kata-nya, yang awalnya hanya bisa mengucapkan Mamak (utk eyang uti), Bapak (utk Eyang kung), Ual (Keluar rumah maksudnya hihihihi @_@), diusia 14 CDK mulai berceloteh Cecak (cicak), Cat (Kucing), Wah (Bawah), Yayah (Ayah), De (Bude) (huhu mengucapkan kata bunda dia masih sulit :(, La (Bola), Yeye (Sule) –> kalau ini karena yang momong cdk suka nonton sule setiap jam 12 siang bertepatan sama jam makan siang cdk, mau gak mau cdk jadi ikutan hahahha, yang paling lucu kalau dia lagi dengerin musik atau lagi menonton shoun the sheep sewaktu musik atau tontonannya habis CDK pasti mengucapkan “Yahhhh abiessssss”, teruss kalau ada sesuatu benda yang terjatuh cdk mengucapkan “Yahhhh tatohhhh” (maksudnya yahh jatuh), selain itu kalau ditanya “ayah kemana? atau bunda kemana?” kalau seseorang yang ditanyakan sedang tidak ada CDK menjawab “ga ada”, tetapi kalau orangnya ada ia menjawab “noh” sambil menunjuk ke arah orang yang dimaksud hahahha, kalau meminta minum atau susu cdk mengucapkan “mimik”, mengucapkan Awohhh bal diikuti gerakan sujud hihihii lucunyaaaaa anakku (maksudnya Allahuakbar) –> karena sering dengerin azan dan melihat eyang dan orang2 disekitarnya sholat…alhamdulillah. yang lucu lagi, CDK punya kebiasaan ditelephone sama eyang kung yang dipacitan, biasanya dinyanyikan tembang jawa baitnya “lolelolelo le dung putu ku sing ayu rupane”, cdk sudah bisa menagih ke ayah untuk minta disambungkan telephone ke eyang kung yg dipacitan untuk dinyanyikan tembang itu dengan mengucapkan “lolelolelo”.

Pokoknya makin bawel deh bunda kalau sudah usia 17 bulan^_*

3. Kemampuan Motorik Halus : CDK mulai belajar memasukkan benda kedalam lobang sejak umur 9 bulan yaitu ketika ia dibiasakan menabung oleh ayahnya dan sudah mulai lancar memasukkan koin uang kedalam tabungan sejak umur 11 bulan (alhasil skr cdk kalau nemuin uang kertas ataupun koin, pasti langsung dimasukin ke celengannya, wuaaahhh bahaya kalau uang belanja aku juga jadi sasarannya dia ahik ahik), selanjutnya kemampuan cdk dalam menjatuhkan dan mengambil kembali benda tersebut sejak umur 9 bulan, Kegemarannya membaca sudah keliatan sejak cdk umur 11 bulan krn sering lihat ayahnya serius membaca, setiap ia menemukan buku apapun cdk berakting layaknya seseorang yang sedang membaca serius sambil berkomat kamit hahahhaha, Cdk sudah mampu memegang boilpoint dan mengarahkan pada kertas sejak ia berumur 10 bulan (jadi keinget, waktu mau imunisasi, cdk sudah mulai takut masuk keruang dokter eva diumur 10 bulan, pasti minta ual atau mulai merengek, dirayu sama dr eva dengan dikasih senter gak mau, dikasih mainan boneka juga gak mau, akhirnya cdk merebut boilpoint dr eva dan menunjuk-nunjuk kertas baru deh diem hahahha. Kemampuan motorik halus selanjutnya adalah sudah terampil membuka dan menutup botol minyak telon sejak umur 15 bulan :), CDK juga sudah mulai bisa loh om dan tante memegang mouse komputer dan kadang ia bisa pas menekang tools “play” di usianya yang ke-17 bulan ini, selain itu CDK sudah bisa menunjukkan mana gigi, mana kaki, mana tangan (bude terlanjur pake bahasa indonesia, jd cdk sudah paham dengan kata “gigi, kaki, tangan”), mana Head, mana nose dan mana ear…alhamdulillah, callista juga sudah hafal gerakan lagu Baba Black Sheep sejak umur 14 bulan (ini berkat diajarin tante ambar, makasih ya tante). CDK bisa salim sejak umur 11 bulan, lalu diusianya yang ke-16 bulan meskipun belum sangat terampil CDK sudah bisa pakai baju orang dewasa sendiri, kalau baju-nya sendiri belum bisa (mungkin krn spacenya sempit kali ya?).

Itu yang positif ya bunda.

CDK juga memiliki kemampuan motorik halus yang cenderung negatif :(, seperti :
Kalau CDK sedang marah karena diganggu saat ia sedang mainan, tindakan yang ia lakukan adalah memukul atau menyubit atau mengigit seseorang yang berada didekatnya, kalau tidak kena, CDK pasti memukul-mukul kepalanya sendiri (hiks, ini pengaruh buruk dari aku sendiri, karena CDK pernah melihat aku saat sedang emosi dan memukul-mukul kepalaku sendiri), sehingga saat ini aku dan suami lagi mencari cara untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut, mohon infonya ya bunda tetang hal ini?.

Demikian bunda, review tumbuh kembang CDK, semoga bisa dijadikan bahan sharing dalam merawat dan mendidik anak tercinta kita.

Wassalamuallaikum Wr Wb,
Bunda CDK

Advertisements

Alergi Susu Sapi

Sejak umur 4 bulan, callista positif alergi susu sapi, karena callista ASI Eksklusif, aku tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi susu sapi sehingga dari Bulan November 2010 aku sudah tidak mengkonsumsi segala hal yang berhubungan dengan susu sapi, supaya ASI-ku tidak terkontaminasi oleh susu sapi.

Waktu itu, hari Minggu, 15 Nopember 2010 (Callista umur 4 bulan 3 Hari) mencret sebanyak 9x, dan badannya mulai panas sekitar 39 derajat, aku bawa dia ke RSAB. Harapan Kita, dicek oleh dokter jaga, mereka masih heran anak ASI kok bisa mencret (kecuali atas kendak Allah) waktu itu diputuskan Callista mesti dirawat di RS supaya tidak dehidrasi sehingga CDK harus diinfus (hiks sedih) urat pergelangan tangannya di tusuk jarum infus (aku gak bisa menahan nangis, tapi aku bersyukur suster jaga waktu itu langsung berhasil mendapatkan urat CDK, katanya apabila mencari urat bayi lebih susah dibanding orang dewasa, sebab urat bayi lebih halus dan kebetulan tangan CDK gemuk). Setelah itu, aku ditanyai suster mau dihandle oleh dr siapa, berdasarkan pertimbangan  aku memilih dr. Eva untuk handle anaku Callista. Sore harinya, dr. eva visit dan mengecek CDK, beliau mengatakan :

1. Liver CDK sedang luka, akibat jamur dari Susu Sapi. Jadi, jamurnya harus dibasmi dahulu, dengan resep obat dari dr eva.

2. Bundanya, tidak boleh sama sekali mengkonsumsi hal-hal yang mengandung susu, termasuk Cokelat, biskuit cokelat

3. CDK diberikan resep obat untuk pertama kali. Nama obatnya antara lain : Nystatin (untuk membasmi jamur), Otopan (penurun panas), Lacto B (menghentikan mencretnya), Smecta (supaya pupnya tidak encer lagi) dan Vistrum (Vitamin untuk daya tahan tubuh CDK)

4. Cek Feses

Malam harinya langsung aku berikan obat, efeknya panasnya menjadi turun tp BABnya masih sering. Info dari dr eva, memang kalau diare akibat alergi susu sapi, penyembuhannya memang agak lama, dan benar callista mengkonsumsi obat diare merk nystatin hampir 1 bulanan.

Hari Ke-1, Senin, 16 Nop 2010 pagi hari, CDK kembali panas, sekitar 38 derajat, suster menginstruksikan suapaya aku segera memberi obat lagi untuk pagi harinya. Panasnya langsung turun. Pukul 08.30 Pagi dr eva kembali visit untuk mengecek CDK, Liver masih luka, suhu badan sudah mulai membaik, tapi mencret masih sering. dr Eva mengistruksi-kan suster supaya CDK di test darahnya. Ini yang membuat aku menangis ketika CDK harus menjalani pengambilan darah.

Kronologi pengambilan darah :

Terdapat 3 suster aku menyebutnya A dan B:

1. Suster A sudah separuh baya, melihat tangannya yang sudah gemeteran aku sudah tidak yakin, benar saja tusukan jarum ke-1 di tangan gagal (sudah pasti anakku nangis kejerrrrr), lalu ia mencoba lagi ditangan satunya gagal lagi (MasyaAllah aku benar-benar tidak tega sama CDK) kalau sampai dia ingin mencoba lagi, aku gak bakal ngijinin. tapi untungnya dia gak melanjutkan.

2. Suster B masih muda, aku berharap dia berhasil karena aku benar-benar tidak tega sama cdk yang sudah nangis kejer, bercucuran keringat menahan sakit, sambil aku dampingi aku peluk dan cium. Ya Allah, ia juga gagal, dan cukup aku sudah tidak bisa lagi mentolerir kegagalan, anakku sudah kesakitan tapi tidak ada satupun yang berhasil. spontan aku bilang “Sudah cukup suster, saya mau coba ambil darah di laboratorium saja”. aku lihat wajah mimik suster itu sedikit kesal sambil bicara “Ohh silahkan”. segera aku membawa anakku keluar, aku susui dia supaya tenang.

Melihat wajahnya CDK bener-bener gak tega, karena dia harus merasakan tusukan lagi, karena suster belum berhasil mengambil darah untuk dites. Aku langsung membawa CDK ke Lab, guna diambil darah (dengan harapan 1x tusuk saja berhasil), alhamdulillah hanya 1x tusuk saja berhasil, aku inget banget petugas lab itu bernama Ibu Lucky, baik dan ramah.

Hari ke-2, Selasa 17 Nopember 2011

Telapak tangan yang ditusuk jarum infusan bengkak akibat ikatan infusnya kekencangan sehingga suster memutuskan untuk mengganti ke tangan kirinya, Ya Allah itu tandanya CDK harus merasakan tusukan lagi ya Allah berikan kekuatan untuk anakku, hilangkan rasa sakitnya ya allah, sembuhkanlah dia dari segala penyakit yang sedang ada ditubuhnya. aku minta ke suster, supaya tidak usah diinfus lagi, tapi suster menolak dengan alasan CDK pupnya dalam sehari masih 9 kali, demi kebaikan cdk aku nurut. seperti yang ku duga suster itu gagal menemukan denyut nadi CDK, 4x percobaan gagal semua ditangan kanan 2, dikaki kanan 1 dan kaki kiri 1, walhasil suster itu menghentikan upaya nya untuk menginfus cdk lagi (dalam artian ditunda dulu dengan pertimbangan kasihan CDK) syukurlah aku lega, dengan harapan tidak ada tusuk2an lagi, aku akan meminta pendapat ke dr eva apakah sudah boleh tanpa infus.

Jam 08.30 hasil visit dr eva sangat membahagiakan, Liver cdk sudah membaik, suhu badan sudah normal, tapi mencretnya masih meskipun tidak sesering kemarin. Dalam kesempatan itu aku menyampaikan permintaanku “Dok, Infus callista membuat tangannya bengkak, shg tadi pagi suster memutuskan mencopot infus dan ingin menggantinya ke tangan atau kakinya, tapi sudah 4x tusukan gagal dok, saya kasihan sama anak saya”, dan dr eva menginstruksikan suster “Infusnya diistirahatkan ya, jgn diinfus lagi”…Ya Allah mendengar itu aku legaaa bukan main, senang dan langsung mengecup anakku “dengar kan nak, dedek gak ditusuk-tusuk lagi”….dan yang lebih membahagiakan lagi tidak lama dr eva pergi, suster menginformasikan bahwa Hari Rabu, 18 Nopember 2011 besok cdk sudah boleh pulang.

Hari Rabu, 18 Nop 2011

Visit dr eva masih sama dengan kemarin, tetapi Pup CDK sudah berangsur angsur membaik yang tadinya setiap 1 jam sekali pup, sekarang menjadi setiap 6 Jam sekali pup. Tetapi yang menjadi pertanyaan “tapi kan belum normal dok pupnya, masih berlendir dan masih sehari 4x”, jawaban dari dr eva “Memang untuk mengusir jamur akibat diare agak lama, dan berangsur-angsur pulihnya, mesti sabar dengan kita tetep beri obat Nystatin, Smecta dan Vistrum”, sehingga meskipun CDK sudah boleh pulang, harus tetap kontrol 2 minggu sekali.

Begitulah moment yang pernah aku lewati bersama CDK di RS, semoga tidak terulang lagi ya Allah. Setelah pulang dari RS, CDK kontrol ke dr Eva 4x dan 4x cek feses, siklus pup cdk setelah pulang dari RS dari sehari 4x menjadi 2x sehari sampai ia mulai makan-makanan padat di usia ke-7 bulan menjadi 1x sehari bahkan kadang 2 hari 1x (kalau makan buahnya kurang).

CDK benar-benar sembuh pada akhir desember ketika ia berusia 5 bulan lebih. Dengan catatan : Aku tidak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung susu sapi sama sekali.

Begitulah bunda, semoga bisa menjadi inspirasi bunda dengan sharing melalui blog ini.

Salam,

Bunda CDK

Callista Rewel

Gak seperti biasanya, anaku CDK rewel, sehabis main dan makan sore hari tadi, sesudah makan callista masih minta ngemil roti regal sendiri sambil bermain-main dilantai, entah kenapa, dia muntah sedikit, aku fikir ini anak karena kekenyangan atau masuk angin.

Untuk pencegahan seperti biasa, aku urut sebentar pakai bawang merah dan minyak telon untuk menghangatkan badannya, setelah itu biar bisa tidur pulas. Tapi kok kenapa, cdk masih rewel, ditidurin gak mau, di gendong juga ngerengek, ternyata ketika mau aku bobok-in lagi, cdk buang angin terus dan ternyata dia mau pup ^__*, uhh dah khawatir aja takut sakit atau kenapa, ternyata anak-ku cuma rewel dan gelisah karena mulass mau pup.

Jadi, para new moms jangan kwatir dulu ya kalau anak rewel bisa-bisa dia mau pup tuh hehehe….

Hari Sabtu, 10 Juli 2010, tepat jam 03.00 pagi, di-usia kehamilanku yang ke-38 minggu untuk pertama kalinya aku merasakan mulas diperut, pegel dipinggang dan diikuti keluarnya sedikit bercak darah, kalau dilihat dari ciri-cirinya itu-lah yang dinamakan kontraksi menjelang melahirkan, perasaan senang, bercampur penasaran selain ingin segera mengetahui proses persalinan dan tentunya yang paling dinanti adalah sang buah hatiku tercinta “CDK”. Segera aku informasikan ke mas supri (suami) mengenai kontraksi yang aku rasakan, “Wah, dedek dah mau keluar yaaa, asikkk ayah mau ketemu dedek dikit lagi” …terlihat wajah bahagia suamiku yang sedang terkantuk-kantuk. Akhirnya kami rencanakan jam 13.00 siang ke RS.Harapan Kita.

Sejak pukul 08.00 pagi mas supri & mamak-ku sudah repot mempersiapkan segala sesuatu yang akan aku bawa dari perlengkapan mandi dan pakaian, diantaranya :

  1. CD (Celana Dalam) 7 Bh : perkiraan 3 hari menginap di RS, berhubung pasca melahirkan nifas aku hanya sedikit jadi CD sebanya 7 BH cukup buat aku.
  2. BRA 7 Bh : sebaiknya, para calon ibu membeli breats pumps (softex PD), karena biasanya bagi ibu yang baru melahirkan, jumlah ASI yang keluar pada hari ke-1 pasca melahirkan sangat banyak sampai membasahi baju. Dimasa ini kebutuhan bayi akan ASI belum terlalu banyak, daripada mubazir ASI terbuang dan membasahi baju, disarankan bagi para calon ibu membawa Pompa dan diperas dikala bayi sedang tertidur (ASI bisa dititipkan ke-suster ditaruh dikulkas RS)
  3. Baju ganti, 1 Stel : dipakai ketika pulang kerumah. Karena selama di RS, ibu memakai Pakaian Rumah Sakit.
  4. Bawa Topi buat Dedek bayi : karena di RS lumayan dingin, kasihan Dedeknya embun2nya masih tipis jadi better dikasih topi aja. Dan bisa dipakai ketika dedek bayi boleh dibawa pulang
  5. Bawa selimut dan baju buat dedek bayi : dipakai ketika dedek bayi dibawa pulang dari RS

sedangkan mas supri pergi ke carrefour beli makanan dan buah2an untuk di RS nanti. Wew ternyata banyak juga yang dibeli :

  1. Diapers untuk orang dewasa à tidak terpakai sama sekali, justru yang terpakai Charm ukuran 28 CM
  2. Buah Apel 1 Kg à tidak aku makan, karena repot tidak ada pisau, dan males mengigit (boro-boro mau gigit apel)
  3. Buah Jeruk 1 Kg  à aku makan hanya 1 buah jeruk.
  4. Holland Bakery 8 Jenis à hanya aku makan 1 jenis saja (sudah merasakan mulas, jadi malas makan), selain itu dari RS juga mendapat jatah makan pagi dan siang, tapi berhubung aku masuk Rsnya jam 01.00 malam dan makan pagi baru datang jam 07.00 pagi, sementara jam 05.00 aku sudah lapar dan ingin makan nasi jadi mas supri mesti beli KFC kebawah.
  5. Susu Ultra 10 à aku minum sampai habis (selain suka, susu juga cepet dikonsumsinya jadi masih bisa meskipun sedang merasakan dahsyatnya kontraksi)
  6. Susu Cimory 2 Btl à Habis juga aku minum (alasannya karena SUKA juga :D)
  7. Telor Kampung 7 Butir à Habis (Alasannya, supaya pada proses persalinan aku memiliki tenaga yang cukup karena terbantu dengan zat karbohidrat dan kalori yang terkandung dalam telur).

Tepat pukul 13.30, aku, mas supri dan mamak-ku tiba di RS. Harapan Kita. Lapor ke suster jaga di Ruang persalinan, lalu aku diminta masuk ke kamar persalinan untuk pertama kalinya dicek sudah pembukaan berapa, ternyata baru pembukaan 1.

Dalam benak-ku (Ya Allah, baru pembukaan 1 rasanya udah kaya gini, apalagi nanti sudah pembukaan 4-5-6 dst). Tp step by step aku harus lewati, aku optimis semua akan berjalan dgn lancar, sambil diliputi rasa bahagia yang gak bisa diungkapkan dgn kata-kata. Suster menyarankan agar kami balik lagi hari Minggu pagi jam 01.00 pagi, dan aku diminta agar tidur dengan posisi miring agar pembukaannya cepat.Akhirnya kami pulang kerumah, barang-barang yang kami bawa, dititipkan ke suster jaga dikamar bersalin.

Sesampainya dirumah, aku minta supaya mas supri dan mamak istirahat semaksimal mungkin, karena aku yakin pasti mereka kelelahan dan harus mempersiapkan kondisi yang fit untuk menemaniku pada proses persalinanku selanjutnya.

Semakin lama, semakin kontraksi yang aku rasakan semakin sering dan rasanya lebih dahsyat, aku gak bisa tidur sama sekali, sampai waktunya jam 00.30 aku baru membangunkan suamiku untuk perisiapan menuju RS lagi. Pukul 01.00 pagi kami menuju RS diikuti oleh Kakak Iparku. Setelah di RS, dicek oleh suster, ternyata aku baru pembukaan 2 (prosesnya lama sekaliiii)…ternyata begini ya perjuangan seorang ibu (so amazing)…kontraksi yang aku rasakan dahsyat banget diperut bagian bawah Pegelnya bukan main, pinggang belakang rasanya pegel dan nyeri, sedangkan kalau dibuat jalan rasanya ada batok kepala sang bayi yang sudah dipangkal (maaf) kemaluanku sehingga sulit bagiku untuk jalan-jalan.

Suster menyarankan untuk berbaring posisi miring (padahal, yang enak terlentang perut tidak terlalu mulas, tapi ini memperlambat proses pembukaan) sehingga aku kuat-kan tidur dengan posisi miring, demi kelancaran proses persalinanku dan aku bisa cepat-cepat melihat CDK.

Pukul.06.00 pagi mulai pembukaan ke-3 (kontraksi lebih dahsyat lagi dari sebelumnya), pukul 09.00 pagi mulai pembukaan ke-4 (kontraksi berkali lipat dari sebelumnya, saat ini wajahku sudah pucat pasi, pangkal paha sudah gemeteran, telapak kaki sudah dingin Karena menahan sakit akibat kontraksi, tapi aku paksakan untuk terus mengkonsumsi susu dan telor demi stamina aku). Pukul 11.00 siang pembukaan ke-6 (saat ini support untuk aku semakin berdatangan : Kakaku mba ambar, ponakanku alief, bapakku, saudaraku mba sri dan anaknya,  datang ke RS sampai proses persalinanku selesai)…yah tentunya kontraksi bertambah dahsyat lagi.

Saat itu yang aku rasakan selalu mengharapkan visit oleh suster karena aku merasakan senang dan penasaran, sudah pembukaan berapa? Apakah sudah waktunya persalinan??.

Pukul 12.00, suster datang mengantarkan makan siang, tapi tidak mengecek sudah pembukaan berapa. Saat itu, aku bertanya-tanya “kok dari jam 11 tadi, lum ada yang mengecek pembukaanku sudah pembukaan berapa ya”. Sambil menunggu, aku paksakan makan, tapi aku hanya makan sedikit, aku lebih banyak minum susu dan telur. Hingga pada akhirnya aku merasakan kontraksi yang sangat dahsyat dari sebelum-sebelumnya pada pukul 13.30, dan suamiku memanggil suster untuk mengecek pembukaan, dan benar ternyata sudah pembukaan ke-9, senangnya hatiku, para suster mulai melakukan persiapan segala alat-alat yang dibutuhkan dalam persalinan, bidan antoneta pun datang dan ketika mengecek ketubanku-pun pecah (banyak banget seperti orang buang air kecil) diikuti secara tidak sadar aku mengejan dengan sendirinya…dan proses persalinan-pun dimulai.

Proses Persalinan :

  1. Suster Antoneta segera memerintahkan ku untuk menahan kedua pangkal paha aku dengan tanganku, sambil mengejan apabila ada dorongan untuk mengejan dari dalam.
  2. Aku mengejan sekuat tenaga berdasarkan ajakan dari bayiku
  3. Suster antoneta memerintahkanku untuk tidak teriak karena itu mengurangi tenagaku, tapi aku berteriak mengucapkan “Allahu Akbar” agar aku lebih kuat dalam proses mengejan
  4. Mamak dan Mba Ambarku meneriakkan bahwa kepala CDK sudah mulai kelihatan setengah, ketika itu aku berhenti mengejan karena tidak mendapat ajakan dari bayiku. Tapi aku tetap mengejan karena semangat 45 ketika aku tahu, bahwa posisi kepala bayiku sudah mulai kelihatan
  5. Bidan Antoneta membantu dengan menggunting (maaf) kemaluanku, agar bayiku cepat keluar (jangan salah, ketika proses pengguntingan bukan sakit yang aku rasakan melaikan legaaaa karena dengan bantuan itu, bayiku berhasil lahir dengan selamat)
  6. Alhamdulillah hari Minggu, 11 Juli 2011 jam 14.15, tangisan bayiku kencang, sehat, dan normal ya Allah, terima kasih engkau telah memberikan aku seorang anak yang lucu, sehat, normal dan tak kurang suatu apapun, terima kasih ya Allah. Tidak ada ungkapan yang mampu mewakili rasa bahagiaku pada waktu itu, Ciuman dari suami dan Mamak tercinta mendarat dikeningku.

Proses Pasca persalinan :

  1. Aku merasakan mulas lagi, dan setelah aku Tanya itu merupakan proses pengeluaran ari-ari (plasenta yang dulu menjadi pelindung bayiku selama dikandungan aku), info dari suster justru yang bagus adalah yang mulas, karena kalau tidak mulas biasanya pendarahan.
  2. Ari-ari berhasil dikeluarkan.
  3. Bidan Antoneta mulai menjahit (maaf) kemaluanku. Proses ini sungguh sakit melebihi proses persalinan, karena bius local, dan ketika bius sudah habis dan proses penjahitan belum selesai aku masih harus merasakan proses jahitan. Semakin kita tidak bisa diam, semakin lama proses penjahitan itu. (dalam hal ini, aku puas dengan bidan Antoneta, dia orangnya sabar dan telaten terbukti hasil jahitan aku rapih dan cepat pulih pasca melahirkan, hanya dalam waktu 1 minggu, aku bisa mempergunakan jeans lagi)
  4. Sementara aku dijahit. Bayiku diperlihatkan dan proses inisiasi dini, dia meraba dan berhasil menemukan PD-ku, aku takjub …”Ya Allah, ini anaku, anak yang aku lahirkan, anakku ya Allah, terima kasih ya Allah”. Setelah itu bayiku melalui proses perawatan : dicek lubang dubur, lubang kemih, lubang kewanitaannya, diberi vitamin mata dan dimasuk-kan ke box penghangat karena suhu tubuh bayi yang baru lahir masih 35 derajat (belum normal, normalnya 36.5)

 

Finishing

  1. Pengeluaran air seni. Bidan Antoneta menginstruksikan aku untuk Buang Air Kecil, tapi entah kenapa aku tidak bisa, sedangkan menurut bidan antoneta, banyak air seni yang ada di saluran kemih aku. Karena aku tidak juga bisa BAK akhirnya bidan memutuskan untuk memakaikan selang agar air seni aku bisa dikeluarkan dan benar, ternyata banyaakkk sekali. Hal ini dilakukan karena, pasca melahirkan, selama 4 jam ibu tidak boleh bangun dr tempat tidur, bahkan kalau setelah 4 jam ibu bangun dan merasa pusing tidak diperkenankan untuk bangun karena sangat beresiko, sehingga diupayakan setelah proses persalinan Ibu harus istirahat total.
  2. Masa-masa menyenangkan. Pukul 16.00 aku sudah selesai dibersihkan, bayiku sedang dalam ruang perawatan. Orang-orang tersayangku yang menunggu diluar sudah bisa masuk seperti Bapak, Alief (ponakan), Desti (ponakan), Ari (teman), Joko (Teman). Mereka asik bercanda dan berbahagia atas kehadiran CDK. Senangnyaaaa
  3. Pukul 17.00. aku dipindah ke Ruang perawatan. Awalnya aku dan suami sepakat dirawat di Kelas 3. Tapi melihat kondisi kamar yang sepi, tidak ada tv, terdapat tempat tidur 4 tapi hanya diisi oleh aku seorang, pengap, ditambah suster yang rada jutek, suamiku tidak tega, dan langsung mengurus administrasi dan memindahkan aku ke kamar perawatan kelas 2.

Kamar perawatan.

Di kamar perawatan kelas 2, jauh lebih better dari pada kelas 3, susternya ramah-ramah, kamarnya bersih dan tidak pengap, ada temannya 2 orang, ada televise, aku gak bête deh. Sesampainya dikamar, orang-orang tersayangku pamitan pulang termasuk suamiku tercinta, sedih karena mereka pulang, tapi jadi senang kalau ingat CDK sudah lahir. Jam 18.30 aku sudah nyaman ditempat tidurku, mataku kerasa ngantuk, lelah karena sudah 34 jam aku gak tidur pada waktu proses persalinan, tapi, sebelum itu aku memangil suster untuk menanyakan kondisi CDK, kondisi CDK stabil, tapi suhu badannya masih dalam penyesuaian kemungkinan baru besok pagi bisa rawat gabung sama aku. Aku tenang, sambil nonton tv, saat itu moment final piala dunia 2010 antara Spanyol VS Belanda, maksud hati mau nonton tapi mata udah gak kuat, dan aku tertidur pulasss sampai ngiler kayanya deh :D, sampai jam 5 shubuh terbangun, mas supri telephone menanyakan kondisi dedek. segera setelah itu, Dedek bayiku CDK, segera diantar oleh suster sesuai permintaanku, agar bisa aku rawat sendiri dan bisa ku beri ASI untuk pertama kalinya.

Begitulah teman-teman pengalaman pertama ku  melalui proses persalinan yang menakjubkan seumur hidupku, tidak ada perasaan trauma sama sekali, dan siap menunggu proses persalinan untuk anakku yang ke-2, kalau CDK sudah umur 4 atau 5 tahun lagi. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semuanya.

Salam,

Bunda CDK

Gak terasa CDK skr sudah 1 tahun 13 hari, disaat ulang tahunnya, CDK mengadakan syukuran kecil-kecilan atas nikmat sehat dan nikmat rizki dari Allah SWT yang diberikan selama ini, caranya mengundang Wawa (om), tante, mas alief, Eyang uti (mamak), Eyang akung (Bapak) dan juga Haji Fani untuk berdoa, sharing ilmu setelah itu makan bareng. Saat itu, Pak Haji memberikan sekelumat pengetahuannya tentang hak anak yang wajib diberikan oleh ayah dan bunda untuk cdk, yaitu :

  1. Memberikan nama yang baik.
  2. Memberikan pendidikan yang baik.
  3. Menikahkan.

Simple, tapi ketiga tugas itu merupakan kewajiban bagi kita orang tua yang harus diperhatikan, demi tumbuh kembang buah hati kita ke hal yang positif. Khususnya aku, sebagai new parents bagi cdk, masih harus banyak belajar gimana mencontohkan hal-hal yang baik buat anakku tentunya. Aku pribadi lebih senang melihat sesuatu dengan dicontohkan, bukan sekedar “perintah”, karena dengan begitu akan lebih “ngena” atau bahasa lainnya lebih mudah ditanamkan kepada anak.

Biar lebih enak, berikut dokumentasi pada Hari Senin, tgl 11 Juli 2011 :